Manajemen Konflik

Hai Teman-teman. Kembali lagi blog Himpunan Mahasiswa Manajemen. Setelah kemarin kita memahami manajemen dan yang lainnya. Sekarang kita akan membahas Manajemen Konflik, yang dimana kita akan membahas pengertian, tipe, fungsi, Faktor yang mempengaruhi, Dan tentunya cara untuk mengatasi manajemen Konflik tersebut. Nah untuk itu mari kita menambah wawasan tentang materi kali ini.

Manajemen Konflik adalah sebuah proses mengelola konfik dengan menyusun sejumlah strategi yang dilakukan oleh pihak-pihak berkonflik sehingga mendapatkan resolusi yang diinginkan. 

Konflik dalam sebuah bisnis memang sangat rawan, mengingat persaingan bisnis yang amatlah ketat menjadikan konflik tak dapat dihindari. Tetapi, konflik dapat diatasi dengan baik jika ada yang mengatur atau istilah lain ada manajemen yang mengatur. Dalam dunia bisnis sering disebut manajemen konflik.

Sedangkan enurut ahli Howard Ross, manajemen konflik adalah langkah yang diambil pihak ketiga dengan tujuan mengarahkan konflik ke hasil tertentu yang mungkin/tidak menghasilkan hasil akhir berupa penyelesaian konflik atau mungkin/tidak menghasilkan ketenangan atau hasil mufakat.

Tipe Manajemen Konflik yang Harus Di Ketahui
Dalam manajemen konflik ada beberapa tipe yang digunakan untuk menyelesaikan konflik yang ada, ada enam macam tipe manajemen konflik, yaitu :

1. Acomodating
Acomodating merupakan usaha yang dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai pendapat pihak yang terlibat konflik. Nantinya, akan digunakan untuk musyawarah atau menyelesaikan konflik tersebut. Namun, tetap mementingkan kepentingan dari salah satu pihak. Hal ini dapat merugikan salah satu pihak yang berkonflik.

2. Avoiding
Avoiding adalah sebuah upaya untuk menghindari sebuah konflik agar tidak terlibat di dalamnya. Hal ini menjadi cara yang efektif agar lingkungan terhindar dari konflik.

3. Compromising
Berbeda dari acomodating, cara ini lebih memerhatikan kepentingan bersama. Dengan mendengarkan pendapat dari semua pihak dan memutuskan jalan keluar dengan tetap mementingkan kepentingan bersama menjadi cara yang adil bagi semua pihak. Cara ini akan memberikan solusi bagi semua pihak. Ada 4 bentuk kompromi yaitu separasi, atrasi, menyogok, dan mengambil keputusan secara kebetulan.
a. Separasi artinya pihak yang terlibat konflik dipisahkan untuk menyelesaikan konflik yang ada.
b. Atrasi artinya pihak yang berkonflik setuju dengan keputusan yang diambil pihak ketiga atau penengah.
c. Mengambil keputusan berdasarkan faktor kebetulan, dengan cara ini bisa dilakukan dengan hal-hal yang sederhana tapi tetap berpegang pada aturan yang berlaku.
d. Menyogok merupakan memberikan imbalan untuk pihak yang mengambil keputusan dengan tujuan pihaknya dapat dimenangkan dalam konflik tersebut. Hal ini mungkin curang, tetapi bergantung pihak masing-masing yang menyelesaikannya.

e. Colaborating
Colaborating merupakan cara menyelesaikan konflik dengan bekerja sama yang hasilnya memuaskan semua pihak. Semua pihak akan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah dengan tetap memerhatikan kepentingan bersama.

f. Competing
Competing adalah cara yang digunakan dengan mengarahkan pihak yang terlibat konflik bersaing dan memenangkan kepentingan masing-masing pihak. Cara ini pastinya tidak akan memberikan solusi bagi kedua belah pihak dan yang pasti ada kalah ada yang menang.

g. Conglomeration
Conglomeration merupakan kombinasi atau campuran menyelesaikan konflik dengan cara menggabungkan lima tipe di atas. Tentunya cara ini akan lebih memakan banyak waktu dan tenaga.

Cara Mengatasi Konflik dalam Organisasi
1. Hindari Menyudutkan Satu Belah Pihak
Menjadi seorang pemimpin dalam sebuah organisasi haruslah adil dan tidak memihak siapapun.
2. Menjadi Mediator yang Bijaksana
Dalam mengatasi sebuah masalah, sebagai pemimpin Anda akan ditempatkan sebagai seorang mediator yang dapat menengahi konflik yang terjadi di antara karyawan Anda.
3. Mengambil Keputusan Bersama
Setelah Anda mengetahui akar permasalahan yang terjadi, maka ini saatnya untuk Anda duduk bersama-sama dengan karyawan-karyawan yang terlibat di dalam konflik. 
4. Melakukan Evaluasi
Langkah terakhir yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi konflik dalam organisasi adalah melakukan evaluasi. Buatlah sebuah rencana untuk mencegah konflik yang serupa terjadi di masa depan. 

Wirawan (2010) menyatakan faktor-faktor yang
mempengaruhi gaya manajemen konflik antara lain : 
1. asumsi mengenai konflik, 
2. pola komunikasi dalam interaksi konflik, 3. kekuasaan yang dimiliki, 
3. kepribadian,
4. situasi konflik dan 
5. Posisi dalam konflik.

Nah seperti itu lah materi yang kita bahas kali ini. Terima Kasih sudah mampir dan membaca, semoga blog ini bermanfaat.

Note : Jadilah Pemimpin Yang Peka Dan Dapat Memahami Para Karyawan nya :)

6 November 2022

Himpunan Mahasiswa Manajemen
Pemberdayaan Sumber Daya Mahasiswa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Himpunan Mahasiswa Manajemen

Manajemen Waktu

Cara Yang Tepat Menjadi Mahasiswa Produktif